Friday, July 16, 2010

AKU BIASA - BIASA SAJA.....

Adasebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman-temannya.

"Bu, Lia pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris... pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya pintar sekali maen musiknya.... !"

Ya memang Fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya, "Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja". Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, Fani memang biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.

Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar. Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?" Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling memaafkan".

Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya! "Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..." Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.


Sahabat, betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti itu. Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar di sekolahnya.


"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang shaleh dan shalehah, yang cerdas dan kuat, yang menjadi penyejuk hati mata dan hati kami."

Thursday, July 15, 2010

RENCANA TUHAN ITU PASTI INDAH.....

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai,bertanya "Bu apa yang ibu lakukan..??. Ibu menjawab "Ibu sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain ".tetapi aku penasaran dan bertanya lagi "kenapa benangnya ruwet bu...?"tanyaku polos.Aku heran mengapa ibu menggunakan benang yang begitu semrawut menurut pandanganku...Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: “Anakku,nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan duduklah di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini." Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; ” anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. “aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena sebelumnya yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.Kemudian ibu berkata:”Anakku, sebelumnya memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.Sekarang, setelah selesai kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.....
sahabat....kadang kita merasakan hidup ini terasa ruwet dan tidak sesuai harapan.........
percayalah suatu saat nanti sahabat akan menyadari Allah sudah menyiapkan kehidupan yang terbaik dan indah buat kita.........